Tiada keindahan yg paling indah selain bisa berbagi, walau hanya lewat sebait kata & pesan

Jumat, 30 November 2012

Pengertian Pembelajaran Jarak Jauh



BAB II
PEMBAHASAN

  1. A.    Pengertian Pembelajaran Jarak Jauh
Pembelajaran jarak jauh adalah proses transfer pengetahuan untuk pelajar (siswa) yang dipisahkan dari instruktur (guru) dengan waktu dan / atau jarak fisik sehingga membuat penggunaan komponen teknologi, seperti video, internet, CD, kaset, dan bentuk teknologi lainnya untuk mencapai pembelajaran. “Pembelajaran jarak jauh” dan “pendidikan jarak jauh” adalah istilah yang digunakan dalam pendidikan dan teknologi pembelajaran. Hal ini dianggap bahwa pembelajaran jarak jauh telah menjadi metode pengajaran dan pembelajaran bagi banyak orang untuk setidaknya seratus tahun (Moore & Kearsley, 1996) dimulai dengan teknologi cetak dan layanan pos (pendidikan korespondensi) sepanjang jalan sampai ke komunikasi elektronik yang digunakan saat ini.
(http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.distance-learning-college-guide.com/what-is-distance-learning.html)
Sistem pembelajaran jarak jauh ini merupakan suatu perubahan besar dalam dunia pendidikan. Perkembangan komputer dan media komunikasi telah menghapus batasan ruang dan waktu yang ada. Terobosan ini membuat kita dapat mendapatkan ilmu pengetahuan dimanapun dan kapanpun (anytime-anywhere).
Dalam pembelajaran jarak jauh memiliki karakteristik yakni keterpisahaan fisik antara pengajar dan pebelajar yang pada umumnya mengurangi interaksi langsung, peserta didik harus aktif dalam aktivitas belajar baik secara individu maupun kelompok belajar, dan terdapat beberapa macam media dalam penyampaian materi antara pengajar dengan pebelajar.
Tingkatan pendidikan dalam pembelajaran jarak jauh
1.      Pendidikan Dasar
Pada tingkat sekolah dasar, guru cenderung menggunakan kaset video rekaman daripada program televisi siaran langsung. Beberapa seri siaran yang sering digunakan di tingkat sekolah dasar awal, Sesame Street dan Clifford; pada tingkat menengah, Reading Rainbow, Between the Lions, Arthur, dan ZOOM. Program ini digunakan sebagai pengayaan bukan sebagai inti dari instruksi. Guru yang menggunakan program televisi pendidikan cenderung menggunakan lebih dari satu program (biasanya dua atau tiga), tetapi tidak seluruh rangkaian (Children’s Television Workshop, 1990).
2.      Pendidikan Menengah
Pendidikan sekunder adalah tahap pendidikan setelah sekolah dasar. Pendidikan sekunder umumnya tahap akhir dari pendidikan wajib. Tahap selanjutnya pendidikan yaitu perguruan tinggi atau universitas. Pendidikan menengah ditandai dengan adanya transisi dari wajib belajar pendidikan dasar untuk anak-anak ke pendidikan ke yang lebih tinggi untuk orang dewasa (misalnya, universitas atau sekolah kejuruan). (http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://en.wikipedia.org/wiki/Secondary_education)
Di tingkat menengah, menggunakan televisi dapat terhubung dengan beberapa sekolah, sehingga menciptakan cukup besar “kelas” yang terjangkau, sebagai contoh, jaringan StarNet. Jaringan satelit yang berbasis di Texas, menjangkau siswa sekolah menengah di seluruh Amerika Serikat melalui satelit. StarNet menawarkan kursus seperti bahasa asing (Spanyol, Perancis, Jerman, Latin, dan Jepang), calculus, fisika, psikologi, dan sejarah seni.
3.    Pendidikan Tinggi
Pada tingkat tinggi, sistem telekomunikasi yang digunakan di kampus dan di luar kampus lebih ekstensif. Ratusan perguruan tinggi menggunakan telekomunikasi sebagai bagian dari program rutin. Tujuan umumnya adalah untuk menambah jumlah siswa yang dapat dicapai oleh satu pengajar. Misalnya, untuk seorang profesor memberikan materi dengan berbicara dari sebuah studio atau ruang kelas yang dilengkapi kamera .
Pendidikan tinggi adalah tingkat pendidikan yang mengikuti penyelesaian sekolah pendidikan menengah seperti sekolah tinggi, sekolah menengah, atau olahraga. Pendidikan tinggi biasanya diambil untuk mendapatkan gelar sarjana dan atau pascasarjana, serta pendidikan kejuruan dan pelatihan. Penyempurnaan pendidikan tinggi umumnya hasil dalam pemberian sertifikat , ijazah , atau gelar akademik.
(http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://en.wikipedia.org/wiki/Higher_education)
  1. Pendidikan Informal
Pendidikan informal merupakan pembelajaran yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Misal,  seorang teman dapat mendorong orang lain untuk berbicara tentang hal-hal yang telah terjadi dalam hidup mereka sehingga mereka dapat menangani perasaan mereka dan berpikir tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya. Pendidikan informal terjadi melalui dan didorong oleh percakapan, juga melibatkan pengalaman-pengalaman yang telah dimilki dan dapat terjadi dalam keadaan apapun.
(http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.infed.org/i-intro.htm)
B.     Peranan Dalam Pembelajaran Jarak Jauh
 Interaksi antara pengajar dan pebelajar memegang peranan yang sangat penting dalam pembelajaran jarak jauh. Dalam proses pembelajaran interaktif, komunikasi dua arah (two ways communication) berlangsung antara pengajar dan pebelajar. Interaksi merupakan faktor penting sebagai sarana penunjang aktivitas pembelajaran. Dibawah ini adalah deskripsi singkat mengenai peran-peran kunci utama dalam pembelajaran jarak jauh :
  • Siswa (student), peran utama dari siswa disini adalah belajar. Dalam proses pembelajaran jarak jauh ini tetap diperlukan keadaan yang baik, motivasi, perencanaan, dan kemampuan untuk menganalisa materi perkuliahan, tugas, dan tes yang diberikan seorang pengajar kepada siswa. Kemampuan berinteraksi antara dosen dengan siswa sangat bergantung pada hubungan teknis (technical linkage) yang menjembatani batasan antara kelas yang terpisah dengan partisipasi siswa. Siswa perlu mengetahui bagaimana menggunakan teknologi untuk berkomunikasi dengan guru dan satu sama lain. Ketika siswa ingin mengajukan pertanyaan, atau ingin menambah diskusi, mereka harus mampu menggunakan teknologi untuk berinteraksi.
  • Kampus (faculty), kesuksesan dari sistem pembelajarasn jarak jauh ini sangat ditentukan oleh kampus. Pada sistem kelas tradisional, tanggung jawab seorang pengajar adalah memberikan materi dan memberikan keperluan yang dibutuhkan siswa. Hal yang menarik adalah penyesuaian kemampuan mengajar secara jarak jauh. Seorang pengajar harus mampu membuat sistem pemahaman yang mudah, mengadaptasikan cara mengajar antara sistem kelas tradisional dengan teknologi dari sistem pembelajaran jarak jauh.
  • Fasilitator,  sebagai jembatan antara siswa dengan pengajar. Agar efektif maka fasilitator harus mampu menganalisa kebutuhan-kebutuhan antara siswa dengan pengajar.
  • Staff pendukung (support staff), secara individual bagian ini tidak begitu menonjol, tetapi pada sistem pembelajaran jarak jauh secara luas, fungsi dari layanan pendukung sangat menentukan dari kesuksesan pembelajaran jarak jauh, yang antara lain adalah dalam sistem pendaftaran mahasiswa (registration),  penggandaan dan penyebaran materi, pengaturan jadwal (schedulling),  pemrosesan laporan penilaian (grades), pengaturan hal teknis, dan lain sebagainya.
  • Administrator, meskipun fungsi administrator sangat berpengaruh pada perencanaan awal sistem pembelajaran jarak jauh, administrator juga berperan sebagai pengambil keputusan (decision maker). Administrator bekerja secara personal dan memastikan sumber dan teknologi yang ada dapat bekerja secara baik dan efektif, dan selalu bertanggung jawab dalam memaintenance sistem.
(http://www.isetyawan.web.ugm.ac.id/soft/TUGAS%20AKHIR.doc)
  1. C.    Fungsi Komunikasi Pembelajaran
Terlepas dari teknologi yang digunakan, sistem telekomunikasi pembelajaran harus melakukan fungsi tertentu untuk lebih efektif.
  • Informasi presentasi.
Unsur standar dalam pelajaran apapun adalah presentasi dari beberapa macam materi kepada pelajar. Contoh umum meliputi:
a.    Guru ceramah dan demonstrasi.
b.    Teks dan ilustrasi (buku teks, handout bahan ajar).
c.    Rekaman suara, musik dan suara lain.
d.   Full-motion gambar (video, CD-ROM).
e.    Interaksi siswa dengan guru.
Pembelajaran yang terjadi ketika peserta didik berpartisipasi aktif, guru berupaya untuk mendorong kegiatan belajar dengan berbagai cara, seperti berikut:
a.    Sesi tanya jawab yang dilakukan selama atau setelah pelajaran.
b.    Praktek dengan umpan balik dilakukan sebagai latihan-praktek dan atau kegiatan diskusi selama kelas atau sebagai pekerjaan rumah.
c.    Evaluasi
d.   Interaksi antar siswa.
Adanya interaksi siswa dengan siswa lain dalam kelompok berpasangan atau kecil. Beberapa cara umum interaksi siswa:
a.    Diskusi kelompok di dalam maupun di keluar kelas).
b.    Kelompok kegiatan yang terorganisir (misalnya, bermain peran atau permainan.
c.    Proyek-proyek kelompok.
d.   Pembelajaran dengan teman sebaya.
e.    Akses ke sumber belajar.
Pelajaran dan kursus biasanya terstruktur dengan asumsi bahwa peserta didik akan menghabiskan waktu di luar kelas bekerja secara individual dengan materi, mengerjakan PR, proyek, kertas dan sejenisnya. Sumber belajar eksternal dapat mengambil bentuk sebagai berikut:
a.    Materi cetak (misalnya, buku teks, bacaan tambahan, lembar kerja).
b.    Audiovisual (misalnya, audio atau kaset video, sistem multimedia, CD-ROM).
c.    Komputer database/internet (e.g, untuk pencarian online)
d.   Perpustakaan.
D.    Media yang Digunakan Dalam Pembelajaran Jarak Jauh
1.    Siaran Radio
Hampir semua orang telah mengenal radio sebagai sebuah alat yang mampu menyampaikan berbagai informasi , melantunkan musik dan lagu bahkan berita, , tetapi tidak semua orang mengetahui bahwa program radio disiarkan melalui gelombang elektromagnetik. Ketika kita mendengarkan radio, kita mendengar sinyal elektronik yang menyiarkan, atau dikirim melalui udara, terdapat frekuensi AM dan FM.
Sementara untuk dapat menebus daerah lain yang berada di uar daerah pancarnya, diperlukan stasiun relay. Sistem Relay mampu menghubungkan satu transmitter dengan stasiun lainnya sehingga mempeluas daerah jangkauan daerah siaran.
Keunggulan:
  • Biaya.
Dibandingkan dengan media komunikasi massa lain misalnya televisi, biaya  penyelenggaraan media radio jauh lebih murah dengan kemampuan jangkauan daerah yang sama luasnya. Hal ini masih digunakan di negara-negara berkembang dan di daerah lain dimana ada kendala geografis atau ekonomi pada teknologi yang bisa diterapkan.
  • Fleksible
Media audio sangat fleksibel dan dapat memiliki efek yang kuat, dramatis, terutama untuk menyampaikan musik, diskusi, dan bercerita.
  • Imajinasi stimulator.
Kemampuannya untuk menstimulasi imajinasi pendengar karena radio adalah media audio saja, pendengar bebas menggunakan imajinasi mereka untuk menciptakan gambar.
Keterbatasan :
  •  Karakteristik. Keterbatasan utama media radio terletak pada karakteristik media ini yang dikenal sebagai media sekali dengar, artinya bila pendengar tidak mendengar atau tidak mengerti informasi yang disajikan, maka informasi tersebut tidak dapat didengar lagi kecuali melalui siaran ulangan.
  •  Jadwal siaran. Masalah jadwal siaran atau rekaman program bagi para pengajar. Umumnya  para pengajar sulit mengikuti jadwal ketat yang diberikan  oleh stasiun siaran atau studio rekaman.
  • Tingkat interaksi. Interaktivitas  yang  sangat dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh juga merupakan keterbatasan dari media radio. Tingkat interaktivitas media radio sangat  rendah karena pada dasarnya media radio merupakan media komunikasi satu arah. Perkembangan teknologi telah memungkinkan adanya interaksi dalam tingkat tertentu dengan menggunakan telepon. Hal ini memberikan warna baru dalam penyelenggaraan siaran langsung yang bersifat interaktif dapat  dilakukan.
Bentuk Penyajian Program Radio
a.     Ceramah atau kuliah
b.   Dialog
c.     Wawancara
d.    Drama
  1. 2.    Telekonfrensi Audio
Telekonferensi audio (audio teleconference) pada dasarnya merupakan perluasan atau perpanjangan dari pemanfaatan telepon biasa. Kemajuan komunikasi dua arah yang terjadi dalam sebuah telekonferensi audio umumnya dilakukan secara langsung dengan menggunakan saluran telepon maupun satelit.
Keunggulan:
Telekonferensi audio memiliki beberapa keunggulan sebagai beirkut:
  • Biaya efektif.
Sekolah dapat mengundang guru ke dalam kelas untuk terlibat dalam dialog dengan siswa. Telekonferensi audio sering dilihat sebagai cara yang efektif untuk mengadakan pertemuan atau sesi pelatihan tanpa mengorbankan waktu dan uang.
  •   Mudah digunakan.
Bentuk yang paling mudah diakses telekomunikasi karena menggunakan layanan telepon. Perusahaan telepon telah memudahkan untuk mengatur telekonferensi audio dari telepon manapun
  •   Interaktif.
Tingkat interaktivitas dalam pemanfaatan telekonferensi audio ini tinggi, sehingga memungkinkan peserta dan narasumber atau instruktur dapat saling berbicara satu dengan yang lain.
Keterbatasan
Kurangnya informasi visual. Tidak mampu menyajikan materi yang bersifat visual. Kendala ini dapat diatasi dengan mempersiapkan materi yang bersifat visual di lokasi konferensi sebelum kegiatan dimulai.
  • Miskin audio. Penerimaan suara kurang baik. Pada komunikasi audio jarak jauh kendala kurang baiknya kualitas radio sering ditemukan. Untuk mengatasi kendala ini, penyelenggara perlu memperhatikan peralatan microphone-amplifier khusus disetiap lokasi.
  • Mengintimidasi. Kurangnya pengalaman dengan jenis teknologi komunikasi dapat membuat beberapa peserta enggan untuk berpartisipasi dalam kegiatan konferensi audio.
Peralatan yang diperlukan
  • Untuk telekonferensi yang memhubungkan satu narasumber dan satu kelompok, maka peralatan yang dibutuhkan adalah pesawat telepon biasa untuk narasumber, sedangkan untuk kelompok dibutuhkan tambahan peralatan berupa speaker telepon.
  • Sementara untuk menghubungkan dua atau lebih kelompok peserta konferensi maka dibutuhkan peralatan amplifier microphone khusus pada tiap lokasi. Peralatan ini diperlukan untuk memastikan bahwa suara yang didengar cukup jelas.
  • Selain itu, dibutuhkan peralatan yang disebut dengan brigde yang merupakan sistem elektronik yang menghubungkan suara dari seluruh lokasi yang mengikuti konferensi tersebut, menyeleraskan level suara, memfilter gangguan-gangguan, dan memperhatikan masalah tidak tersambungnya hubungan telepon.
3.    Siaran Televisi
Televisi dikenal sebagai media yang mampu menyajikan beragam informasi dalam bentuk suara dan gambar secara bersamaan. Dengan perkembangan teknologi yang luar biasa, sistem pemancaran dan penerimaan tayangan televisi dapat dilakukan dengan berbagai macam sistem, antara lain : broadcast transmission, closed-circuit television (CCTV), Tv-Cable, satellite transmission. Walaupun sistem pemancaran dan penerimaan siaran televisi tidak berpengaruh kepada informasi atau program yang disiarkan, masing-masing sistem memiliki cara kerja yang berlainan.
Karakteristik Media Televisi
Pemanfaatan media televisi sebagai alat penyampai materi pendidikan telah cukup dikenal, namun sejauh mana media televisi ini dapat berperan dalam pendidikan jarak jauh merupakan fokus yang menarik untuk ditelaah. Secara umum, media televisi ini dapat dilihat sebagai media yang sarat dengan informasi audio dan visual yang secara simultan disajikan. Dari sisi pembelajaran, media televisi pendidikan dikenal sebagai media yang memiliki kekuatan audio visual yang mampu memberikan pemahaman mengenal konsep-konsep abstrak.
Keunggulan
  • Menjangkau sasaran didik dalam jumlah yang besar sekaligus secara bersamaan.
  • Menyajikan berbagai informasi dalam bentuk audio, visual dan gerak sekaligus. Variasi visual yang mampu disajikan melalui media televisi ini memberikan peluang untuk menyajikan program yang menarik dan imajinatif, yang tentunya akan menstimulasikan dan memotivasi peserta didik dalam segala usia dan tingkat pendidikan.
  • Mampu menyajikan pengalaman dan mendokumentasikan kejadian nyata.
  • Menjembatani peserta didik dengan institusi pembelajaran jarak jauh. Kehadiran program televisi yang menampilkan pengajar-pengajarnya melalui layar kaca akan mengurangi rasa kesendirian yang umumnya dirasakan oleh peserta didik.
Keterbatasan:
  • Biaya pengadaan peralatan dan pembuatan program televisi relatif mahal.
  • Pembuatan program relatif tidak mudah dan lama.
  • Media televisi bersifat konstan, artinya tidak dapat dihentikan atau diputar ulang apabila peserta didik tidak memahami materi yang ditayangkan.
  • Waktu penayangan terbatas sehingga apabila peserta didik tidak mengikuti siaran pada saat ditayangkan, maka mereka kehilangan kesempatan untuk mengikuti program. Untuk itu, diperlukan informasi jadwal jauh sebelum waktu penayangan sehingga peserta didik siap mengikuti siaran.
  • Tingkat interaktivitas media televisi sangat rendah karena media ini merupakan media komunikasi satu arah. Dalam tingkat tertentu, interaksi dapat dilakukan dengan menggunakan telpon, namun penyelenggaraan siaran langsung dalam SPJJ mengalami banyak kendala.
4.    Komputer dan Internet
Komputer hingga saat ini merupakan satu-satunya media yang  memiliki teknologi yang berkemampuan interaktif. Kebutuhan akan kehadiran media komputer dalam dunia pendidikan ini sangat terasa.
Hal ini disebabkan oleh karakteristik media komputer, antara lain:
  • Memungkinkan terjadinya interaksi antara peserta didik dan materi pembelajaran,
  • Memungkinkan terjadi proses belajar mandiri sesuai dengan kemampuan belajar peserta didik,
  • Mampu menampilkan unsur audio visual,
  • Dapat memberikan umpan balik,
  • Menciptakan proses belajar berkesinambungan.
Dengan kemajuan teknologi, pemanfaatan komputer dalam proses pembelajaraan tidak hanya terbatas pada penggunaan stand alone, tetapi dapat pula dilakukan dalam bentuk jaringan, yang dikenal dengan internet. Jaringan komputer telah memungkinkan terjadinya proses pembelajaran yang lebuh luas, interaktif, dan lebih fleksibel. Jaringan ini mampu menghubungkan beratus ribu jaringan komputer. Dengan kemampuan ini, internet dapat menjadi media komunikasi dalam proses pembelajaran jarak jauh, sekaligus dapat berperan sebagai sumber pembelajaran.
Keunggulan:
Konferensi melalui internet memiliki keunggulan antara lain sebagai berikut:
  • Dapat menjangkau peserta yang tidak terbatas jumlahnya pada saat bersamaan.
  • Tidak dibatasi oleh ruang, waktu dan bahkan teritorial negara.
  • Mampu menyajikan teks, gambar, animasi, suara dan video dengan kecepatan yang relatif tinggi.
  • Mampu melakukan link ke berbagai lokasi (site) lain di dunia.
  • Interaktifitas sangat tinggi
Keterbatasan:
Konferensi melalui internet memiliki keterbatasan  antara lain sebagai berikut:
  • Membutuhkan keterampilan menggunakan komputer (computer literacy)
  • Pulsa internet relatif masih mahal;
Peralatan yang diperlukan
  • Unit komputer yang terhubung ke internet
  • Line telepon
  • Modem
  • Peralatan Local Area Network (seperti HUB, LAN Port, dll)
  • Computer Speaker
  • Camera

Pemanfaatan Internet dalam Pembelajaran Jarak Jauh
Pemanfaatan internet dapat dilakukan dalam beberapa cara, antara lain adalah sebagai beirkut:
  • Chatting (dialog elektronik); tutor dan satu atau lebih peserta didik dapat secara bersamaan berdialog menggunakan teks atau suara melalui internet. Melalui chatting, proses telekomunikasi berlangsung secara bersamaan (sinchronous) dan umpan balik tidak tertunda.  Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:
1.    Baik tutor atau peserta didik memiliki alamat e-mail masing-masing.
2.    Tutor atau peserta didik telah mendapat pelatihan cara berdialog secara elektronik (chatting)
3.    Tutor dan peserta didik memanfaatkan salah satu operator internet yang menyediakan fasilitas chatting (misal http:www.yahoo.com).
4.     Tutor dan peserta didik menentukan jadwal kapan chatting melalui operator internet tersebut dapat dilakukan.
5.    Selanjutnya Tutor dan peserta didik dapat berdiskusi berkaitan dengan topik yang telah disepakati mereka secara bersama.
  • Electronic Mail (e-Mail); tutor dan peserta didik dapat saling berikirim surat secara elektronik melalui e-mail. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam berkoresponden secara elektronik adalah sebagai berikut:
1.    Baik tutor atau peserta didik memiliki alamat e-mail masing-masing.
2.    Tutor atau peserta didik telah mendapat pelatihan cara berkoresponden secara elektronik (e-mail).
3.    Peserta didik bertanya kepada tutor dengan cara mengirim e-mail ke alamat tutornya untuk mendapatkan umpan balik.
4.    Tutor memberikan tugas/pertanyaan dengan cara mengilim e-mail ke alamat peserta didiknya untuk dijawab/dikerjakan.
5.    Peserta didik dan peserta didik lain saling bertukar informasi, ide dan lain-lain dengan cara saling berkirim e-mail.
  • Mailing List (Millist); Mailing list adalah perpanjangan penerapan e-mail. melalui mailinglist satu surat elektronik dapat ditujukan kepada beberapa lamat e-mail yang telah terdaftar di mailinglist tersebut sekaligus. Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:
1.    Baik tutor atau peserta didik memiliki alamat e-mail masing-masing.
2.    Tutor atau peserta didik telah mendapat pelatihan cara berkoresponden kelompok (mailing list).
3.    Tutor membuat suatu alamat millist dan memasukan semua alamat e-mail peserta didiknya kedalam millist tersebut.
4.    Tutor dapat mengirim informasi atau melontarkan masalah untuk didiskusikan melalui millist tersebut sehingga secara bersamaan semua peserta didik yang terdaftar dalam millist tersebut dapat menerima informasi yang sama.
5.    Begitu pula sebaliknya, peserta didik dapat mengirim informasi atau melontarkan masalah untuk didiskusikan melalui millist tersebut sehingga secara bersamaan semua anggota millist dapat memperoleh informasi yang sama.


BAB III

PENUTUP
  1. A.    Kesimpulan
Pembelajaran jarak jauh adalah proses transfer pengetahuan untuk pelajar (siswa) yang dipisahkan dari instruktur (guru) dengan waktu dan / atau jarak fisik dan membuat penggunaan komponen teknologi, seperti video, internet, CD, kaset, dan bentuk teknologi lainnya untuk mencapai pembelajaran.

0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:

Free Blog Templates